Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

7 Desember 2012

Wajah Bumi Malam Hari Dilihat dari Antariksa

Inilah Wajah Bumi Malam Hari Dilihat dari Antariksa






WASHINGTON, KOMPAS.com — Bumi acapkali disebut Planet Biru karena citranya yang tampak biru saat diambil pada siang hari. Tapi, apakah Bumi juga biru pada malam hari? 

Citra terbaru yang dirilis National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menunjukkan bahwa setelah Matahari tenggelam, bila dilihat dari antariksa, Bumi lebih menyerupai kelereng hitam dengan hiasan glitter keemasan.

Citra yang diambil dengan instrumen di satelit Suomi NPP tersebut dirilis di ajang American Geophysical Union yang diadakan di San Francisco, Selasa (4/12/2012).

"Untuk alasan yang sama dengan kita harus melihat Bumi di siang hari, kita juga harus melihat Bumi pada malam hari. Tak seperti manusia, Bumi tak pernah tidur," kata Steve Miller dari NOAA seperti dikutip Space, Rabu (5/12/2012).

Instrumen yang digunakan untuk menghasilkan citra Bumi kali ini disebut Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS). Instrumen ini sebenarnya berfungsi menangkap data awan, salju, dan formasi es di malam hari.

VIIRS begitu sensitif sehingga cahaya yang dihasilkan oleh lampu-lampu di muka Bumi pun terlihat. Tampak Sungai Nil diterangi oleh cahaya, begitu pula wilayah pantai timur Amerika Serikat.

Citra juga memperlihatkan cahaya yang berasal dari Bulan, aurora, dan api alami. Cahaya itulah yang membuat Bumi kerlap-kerlip seperti berhias glitter emas.

14 November 2012

Cianjur Raih Penghargaan dari UNESCO


Cianjur Raih Penghargaan dari UNESCO sebagai Pengembang Angklung





Kabupaten Cianjur bersama Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, dan Kota Bogor mendapatkan penghargaan dari United Nation Educational Scientific and Cultural (UNESCO) karena dinilai berhasil dalam mengembangkan angklung sebagai kesenian khas Jawa Barat. Penghargaan ini diberikan Unesco melalui Kementerian Kesejahteraan Rakyat di Jakarta, pada Senin (12/12/2011).Angklung sendiri telah diakui PBB melalui UNESCO pada 18 November 2010 sebagai warisan budaya dunia asli milik Indonesia menyusul batik, wayang, dan keris.
Angklung merupakan instrumen musik tradisional Sunda yang terbuat dari bambu dan hasil pengembangan dari instrumen Calung. Awalnya angklung hanya bernada pentatonis (da mi na ti la). Dibutuhkan puluhan orang untuk memainkan angklung agar terdengar harmonis. Kini dengan teknik tertentu bisa dimainkan oleh beberapa orang saja. Adalah Daeng Soetigna pada tahun 1938 berhasil memodifikasi suara angklung menjadi diatonis (do re me fa so la ti).
Kabupaten Cianjur dikenal sebagai wilayah pengembangan kesenian angklung terutama di wilayah Kecamatan Cipanas, Pacet, Ciranjang, dan Mande. Pengembangan kesenian angklung sendiri telah dilaksanakan di sekolah-sekolah di Cianjur.  Para pelaku kesenian angklung dari Cianjur kerap diundang dalam berbagai even nasional yang diselenggarakan di wilayah Cipanas, termasuk pernah bermain diIstana Cipanas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Cianjur, Himam Haris melalui Kepala Bidang Budaya dan Pariwisata, Anto Susilo mengaku sempat kaget saat mendapatkan kabar pemberitahuan mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai daerah pengembang heritage budaya di Jawa Barat bersama tiga kabupaten/kota lainnya.
“Semestinya penghargaan itu diterima pada tahun 2010, tapi baru diserahkan pada 2011. Kita tidak tahu persis alasan mendasar penghargaan itu diberikan kepada Cianjur. Mungkin saja selama ini kita sering mendatangkan bantuan teknis untuk pelatihan dari Saung Ujo, kita direkomendasikan kepada UNESCO,” kata Anto.
Dengan diterimanya penghargaan dari UNESCO ini, menjadi motivasi tersendiri bagi Kabupaten Cianjur untuk mengembangkan kesenian angklung. Tidak hanya di kalangan pelajar, tapi juga masyarakat secara luas.
Sementara itu, sebagai tujuan wisata, Cianjur memang tidak seramai saat sebelum beroperasinya Tol Cipulatang yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Padahal, daerah penghasil beras berkualitas ini memiliki beragam tempat menarik untuk dikunjungi, seperti Situs Gunung Padang yang sangat berharga, Gunung Gede (2.958 meter) untuk pendakian dan berkemah, Pantai Jayanti yang masih alami, Danau Leuwi Soro dan Curug Citambur yang sejuk dan indah panoramanya.
Situs Gunung Padang sendiri kini terus dibenahi yang berada di Kampung Panggulan, Desa Karyamukti Kecamatan Campaka. Situs ini merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara. Bangunannya terdiri dari lima teras dengan ukuran berbeda-beda. Diperkirakan dari usia reruntuhannya, bangunan ini lebih tua dari Mancu Pichu di Peru dan sezaman dengan Piramida pertama di Mesir.
Sumber:
www.inilah.com, www.klikgalamedia.com,
Indonesia.travel

UNESCO sahkan Subak Bali jadi warisan dunia


UNESCO sahkan Subak Bali jadi warisan dunia

 




Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan dan Budaya (UNESCO) akhirnya mensahkan budaya Subak dari Bali sebagai bagian dari warisan dunia pada Sidang ke-36 di St.Petersburg, Rusia, Jumat.
UNESCO menilai subak sebagai sistem irigasi yang dapat mempertahankan budaya asli masyarakat Bali.
Kepala Divisi Penerangan KBRI Moskwa M Aji Surya yang hadir pada sidang itu mengatakan, Subak Bali sudah diperjuangkan selama 12 tahun dan telah tertunda beberapa kali pengesahannya. Pada sidang kali ini tidak tampak upaya yang menentang Subak menjadi warisan dunia.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Windu Nuryanti, mengaku senang sistem pengairan Subak dari masyarakat Bali telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia (World Heritage). Bupati Badung dan Gianyar yang hadir dalam perhelatan itu tampak gembira dan bertepuk tangan bersama seribuan peserta sidang termasuk Dubes RI untuk Rusia Djauhari Oratmangun.
Windu mengucapkan terimakasih kepada semua negara yang mendukung. “Ini adalah peristiwa yang sangat bersejarah,” katanya.
Menurut Windu, budaya Subak ini dianggap memiliki Outstanding Universal Values. Jadi memiliki nilai budaya yang luar biasa, yang masih bisa ditunjukkan bukti-buktinya sebagai kultur hidup yang diikuti oleh masyarakat adat di Bali. Subak adalah sistem kehidupan yang masih diikuti oleh masyarakat,” kata Windu.
Subak dinilai menciptakan perekat sosial pada masyarakat Bali. Sebelumnya beberapa jenis warisan budaya Indonesia telah diakui oleh UNESCO, di antaranya batik, keris, Candi Prambanan, juga alat musik angklung serta karinding.
Penetapan Subak ini bertepatan dengan 40 tahun Konvensi Warisan Budaya Dunia. Konvensi yang dimulai pada tahun 1972 ini merupakan pakta internasional untuk melestarikan budaya dan warisan alami yang tersebar di penjuru dunia.
Pakta ini berbeda dengan perjanjian internasional lainnya. Karena mengakui adanya interaksi manusia dengan alam dan bagaimana cara menyeimbangkan keduanya. Untuk perayaan istimewa tahun ini, Konvensi Warisan Budaya Dunia merayakan pembangunan berkelanjutan dan peran dari komunitas lokal.

13 November 2012

KEUNIKAN Budaya INDONESIA Yang MENDUNIA



KEUNIKAN Budaya INDONESIA Yang MENDUNIA




kaskus-forum.blogspot.com - KEUNIKAN Budaya INDONESIA yang MENDUNIA
Berasal dari kata 'tabut', dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.

Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu. Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera Barat dan digelar setiap tahun.

Dua minggu menjelang pelaksanaan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Merekamembuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.

Selain sebagai nama upacara, Tabuik juga disematkan untuk nama benda yang menjadi komponen penting dalam ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah dan terbuat dari bambu serta kayu. Bentuknya berupa binatang berbadan kuda, berkepala manusia, yang tegap dan bersayap. Oleh umatIslam, binatang ini disebut Buraq dan dianggap sebagai binatang gaib. Di punggung Tabuik, dibuat sebuah tonggak setinggi sekitar 15 m. Tabuik kemudian dihiasi dengan warna merah dan warna lainnya dan akan di arak nantinya.
Makepung, Balap Kerbau Masyarakat Bali.
kaskus-forum.blogspot.com - KEUNIKAN Budaya INDONESIA yang MENDUNIA
Kalau Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur. yang dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.

Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para turis asing. Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan wisata di Bali dan dikelola secara profesionalSekarang ini, Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para pegawai dan pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupunsupporter. Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya, peserta Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau bahkan lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik jegog(gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan suasana lomba.
Atraksi Debus Banten
kaskus-forum.blogspot.com - KEUNIKAN Budaya INDONESIA yang MENDUNIA
Atraksi yang sangat berbahaya yang biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.

Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa. Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus. Karapan sapi Masyarakat Madura Jawa Timur
kaskus-forum.blogspot.com - KEUNIKAN Budaya INDONESIA yang MENDUNIA
Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat music khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.

Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 hingga 2 detik saja.

Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini.
Upacara Kasada Bromo
kaskus-forum.blogspot.com - KEUNIKAN Budaya INDONESIA yang MENDUNIA
Upacara Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo Jawa Timur, mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo.

Pada malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesajo dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir gunung bromo. Bagi masyarakat Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin acara – acara ritual, perkimpoian dan lainnya.

Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka.

Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo.
Ciri-ciri Kaskuser yang disayang Tuhan

Karya Seni Indonesia yang Mendunia

"SANG JUARA"
Karya Seni Indonesia yang Mendunia


JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah perupa/pelukis Indonesia sudah digolongkan maestro di tingkat dunia. Sebut saja Raden Saleh, Affandi, Hendra Gunawan, Srihadi, dan lainnya. Kini, sejumlah perupa/pelukis muda mencoba untuk mengikuti jejak senior mereka. Termasuk generasi muda itu adalah Sugiarso Widodo, Effendi, Agung Kurniawan, Yuswantoro Adi, Isa Perkasa, Eko Hartanto, dan Feri Eka Chandra, serta yang lainnya.

Mereka itu, melalui Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), menggelar pameran lukisan para pemenang Indonesia Art Award 1994-2010 di Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No 14, Jakarta Pusat. Pameran yang berlangsung 12 Juli hingga 27 Juli 2012 ini bertema "Sang Juara: 1994-2010".
Kompetisi seni rupa Indonesia Art Award, yang semula bernama kompetisi seni lukis Philip Morris Indonesia Art Award cukup diperhitungkan di ASEAN. Kompetisi yang berlangsung sejak 1994-2010 ini telah menghasilkan para juara yang kemudian menjadi bintangnya seni rupa kontemporer Indonesia, bahkan beberapa di antaranya berhasil menembus medan seni rupa global. Pameran ini melibatkan sekitar 60 perupa, yang pernah menjadi juara, antara lain Sunaryo, Nyoman Erawan, Dede Eri Supria, Hanafi dan Putu Wirantawan.
Menurut Ketua Umum YSRI Titiek Soeharto, ajang ini, yang juga dilengkapi dengan berbagai diskusi seni, diharapkan dapat memberikan masukan-masukan yang segar dan berharga untuk perbaikan kompetisi Indonesia Art Awards ke depan, baik format maupun tema. Selain pameran, YSRI juga menggelar Artist Talk & Sosialita Melukis, Selasa (17/7), di ruang pameran, pukul 14.00 - 16.00 , yang diisi oleh Astari Rasjid dan Magdalena Pardede.
"Semuanya sudah disediakan, dari cat, kanvas, dan sebagainya. Mereka tinggal melukis," kata Titiek, Kamis (12/7).
Menurut kurator Rizki A Zaelani, pameran ini bertujuan untuk mengenang sekaligus memetakan kembali tanda-tanda penting dalam pengalaman perkembangan seni rupa Indonesia. Karya para seniman "sang juara" itu kini tetap menunjukkan kecenderungan karya yang kurang lebih masih mirip dengan kebiasaan artistik mereka ketika karyanya masing-masing terpilih sebagai juara. Beberapa orang seniman saja memperlihatkan perubahan dalam karyanya. (Adi)

12 November 2012

100 Karya Seni Indonesia Masuk Google Art Project


100 Karya Seni Indonesia Masuk Google Art Project



Screenshot Google Art Project
Jakarta - Setelah resmi mengumumkan kehadirannya di Indonesia, Google langsung gerak cepat untuk menjalankan program-programnya. Salah satunya dengan menggandeng Museum Nasional Indonesia untuk kolaborasi Google Art Project. Apa itu?

Google Art Project (www.googleartproject.com) adalah sebuah program kerjasama global yang dipelopori dan dipromosikan oleh Google dengan melibatkan 151 institusi kebudayaan yang berasal dari 40 negara, termasuk Indonesia.

Dari Museum Nasional, sebanyak 100 karya seni terpilih dari Indonesia akan ditampilkan di situs tersebut. Karya-karya ini meliputi koleksi batik tradisional dan benda peninggalan sejarah kerajaan tertua di Indonesia, seperti Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.

"Kini, siapa pun di mana pun mereka berada dapat menikmati keindahan batik Indonesia dan peninggalan seni nusantara adiluhung secara online," demikian keterangan Google yang diterima detikINET, Kamis (5/4/2012).

Situs Google Art Project menampilkan gambar digital resolusi tinggi dari 30.000 karya seni yang dapat dilihat secara online. Sejak diluncurkan di bulan Februasi 2011, Google Art Project telah berkembang sangat pesat.

Ketika baru diluncurkan, situs Google Art Project hanya memiliki 1.000 gambar online, kini lebih dari 30.000 gambar sudah dapat dilihat di situs tersebut. 

Program Google Art Project pun kini telah memiliki kerja sama dengan lebih banyak institusi kebudayaan dari berbagai negara, baik dalam skala kecil ataupun besar, mulai dari museum kesenian tradisional sampai dengan lembaga-lembaga seni yang lebih modern. 

Di Google Art Project, pengunjung situs dapat melakukan penjelajahannya sendiri ke berbagai tempat-tempat seni bersejarah di seluruh dunia, mulai dari Gedung Putih di Washington DC, dilanjutkan ke Museum of Islamic Art di Qatar, dan berhenti di Museum Nasional Indonesia.

Informasi maupun foto dokumentasi mengenai Google Art Project dapat diakses melalui www.googleartproject.com. Videonya juga bisa ditonton melalui Youtube: www.youtube.com/googleartproject.