Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

13 November 2012

Kumpulan Kata-Kata Mutiara Bung Karno Presiden RI (1945 – 1966)


Kumpulan Kata-Kata Mutiara Bung Karno Presiden RI

(1945 – 1966)


“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)

“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)

“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)

“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)

“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)

“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)

“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)

“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)

“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)

“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)
“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno)

Kisah Bisnis Inspiratif: “Bermula Jadi Kenek, Kini Raja Kuliner di London”


Kisah Bisnis Inspiratif: “Bermula Jadi Kenek, Kini Raja Kuliner di London”




Suara Pance Pondaag menyanyikan Demi Kau dan Si Buah Hatimenemani Firdaus Ahmad menyetir Mercedes 120 CDI di jalanan London yang padat pada suatu siang akhir Februari lalu. Mobil jembar yang sanggup mengangkut sepuluh orang itu adalah kendaraan “dinas” laki-laki 54 tahun ini dari rumah ke restorannya.
Nusa Dua Restaurant berdiri di sudut Dean Street 11, Soho, di jantung ibu kota Inggris itu. Bangunan tiga lantai ini satu-satunya restoran Indonesia di kawasan belanja dan tempat nongkrong anak-anak muda itu. “Sejak Presiden Barack Obama datang ke Indonesia, menu favorit di sini nasi goreng,” kata Daus.
Firdaus Ahmad Bekas Kenek Yang Sukses di London
Firdaus Ahmad Bekas Kenek Yang Sukses di London
Selain itu, ada banyak makanan khas Indonesia di daftar menu: ayam kremes, sayur asem, sambal terasi, tahu isi, soto ayam, tempe, dan kerupuk udang. Saya makan di sana ketika restoran masih tutup menjelang sore. Tapi, di depan pintu, pelanggan dari pelbagai ras yang akan makan malam sudah antre mengular.
Resto ini adalah buah kerja keras Daus selama 20 tahun. Ia tiba di London pada akhir 1981 dengan tiket pesawat yang dikirim saudaranya, sopir di Kedutaan Besar Indonesia di London. Daus nekat berangkat ke Inggris karena penghasilan sebagai kondektur angkutan kota Kampung Melayu-Bekasi tak menentu.
Mendarat di Bandar Udara Heathrow yang sibuk, lulusan SMA 1 Indramayu ini termangu dua jam. Ia tak tahu jalan keluar. Ia amati setiap penumpang. Asumsinya, orang yang kusut pasti baru mendarat setelah penerbangan yang jauh. Ia ikuti mereka menyeret koper. “Saat itu saya baru tahu arti ”exit” itu keluar,” katanya, terbahak.
Daus lalu bekerja di restoran Indonesia sebagai pencuci piring. Tapi resto ini tak berumur lama. Pemiliknya ketahuan mengakali pajak. Pemerintah mengambil alih dan menjualnya. Pembelinya adalah tukang masak asal Malaysia. Resto itu kini jadi rumah makan Asia yang tukang masaknya adalah pemilik lama, bekas majikan Daus.
Seorang pengusaha Singapura kemudian mendirikan Nusa Dua Restaurant. Daus diajak bergabung dan naik pangkat jadi chef. Tapi perkongsian ini hanya bertahan tiga tahun. Pengusaha itu tak sanggup membayar cicilan modal. Royal Bank of Scotland (RBS) menyitanya. Daus kelimpungan tak punya pekerjaan.
Pada 1991 ia sudah menikahi Usya Suharjono, perempuan manis yang tengah kuliah kesekretariatan di London. Ayah Usya adalah wartawan radio BBC seksi Indonesia dan didokumentasikan oleh Ruanghati.com. Ia mengikuti orang tuanya ke London setelah lulus SMA 2 Jakarta Pusat pada 1983. Daus punya ide mengambil alih Nusa Dua.
Usya maju sebagai negosiator dengan bank karena ia fasih berbahasa Inggris. Daus hingga kini masih gagap. Kepada tiga anaknya, ia berbicara dalam bahasa Indonesia, tapi dijawab dalam bahasa Inggris. Usya membujuk bahwa resto itu merugikan RBS karena tak mendatangkan untung, sementara pajak tetap harus dibayar.
Daus meyakinkan mereka akan mengelola rumah makan dengan jaminan membayar cicilan 1.000 pound tiap bulan tepat waktu. ”Jika tahun pertama pembayaran tak jelas, bank silakan ambil alih lagi,” katanya. Deal. RBS ternyata setuju.
Sejak itu, Daus yang pegang kendali. Ia belanja, ia memasak, ia pula yang melayani pembeli. Karena makanan racikannya enak, pelanggan lama kembali, dan pembeli baru berdatangan. Restorannya mulai untung dengan omzet 10 ribu pon (Rp 140 juta) setiap pekan. Dalam waktu enam tahun, utang 100 ribu pound lunas.
Tabungannya mulai kembung. Daus membeli sebuah rumah seluas 300 meter persegi seharga Rp 5,2 miliar di sudut jalan dekat sekolah anaknya. Rumah sembilan kamar itu kini disewakan kepada pelancong asal Indonesia dengan tarif 19,5 pound semalam. Meski tak ada papan nama, orang tahu rumah bata merah di sudut jalan kompleks elite Colindale itu ”Wisma Indonesia”.
Daus-Usya tinggal tak jauh dari situ. Tiga mobil nangkring di garasi. Semuanya Mercedes yang harga satu unitnya rata-rata Rp 1,4 miliar. Daus kerap bolak-balik London-Bekasi untuk menengok keluarga besarnya di Jatiasih.
Setelah semua pencapaian ini, Daus hanya punya satu cita-cita: pulang kampung setelah anak-anaknya mandiri dan membuat taman pendidikan agama untuk anak-anak miskin.



12 November 2012

Empat Pilar Kebangsaan Jangan Sebatas di Mulut Saja


Boediono: Empat Pilar Kebangsaan Jangan Sebatas di Mulut Saja





Jakarta - Wakil Presiden Boediono meminta masyarakat agar mengawal dengan baik empat pilar kebangsaan. Empat pilar kebangsaan tidak hanya diucapkan di mulut, tapi harus dijalankan.

"Semangat yang terkandung di dalam empat pilar memang harus kita jaga. Kita kawal di hati kita masing-masing," ujar Boediono dalam sambutan pembukaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/11/2012).

Keempat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Semangat empat pilar adalah landasan eksistensi dari negara kita," kata Boedino.

"Jadi kalau kita tidak memeliharanya dengan baik, mengawal, mengamankan dengan baik, tentu masalah eksistensi berbangsa menjadi pertanyaan," imbuhnya.

Menurut Boediono, generasi-generasi selanjutnya akan melanjutkan pelaksanaan empat pilar kebangsaan dan akan menjaganya dengan baik. Dalil sejarah kemajuan bangsa adalah kemajuan generasi mudanya.

"Saya mengharapkan anak-anakku nanti akan menjadi generasi penerus yang jauh lebih baik dari kami-kami ini," ucapnya.

Anak Muda Indonesia Blilian


Prof Barry Marshall: Anak Muda Indonesia Brilian





Jakarta - Anak muda Indonesia sangat brilian dan suka ilmu pengetahuan. Demikian pujian yang dilontarkan peraih penghargaan nobel di bidang psikologi dan pengobatan pada tahun 2005, Profesor Barry J Marshall.


Pujian itu disampaikannya dalam acara Science For Our Future Festival yang diadakan di Exhibition Hall, Universitas Bina Nusantara, Jalan Kebon Jeruk Raya No 27, Kebun Jeruk, Jakarta Barat.



"Murid-murid yang brilian. Jadi mereka tidak perlu takut dengan yang namanya akademis. Lakukanlah hal-hal yang kalian suka karena di situ akan timbul hal-hal baru yang akan kalian suka," kata Marshall.



Berikut ini wawancara wartawan dengan Marshall, Selasa (9/10/2012):



Sudah berapa kali ke Indonesia?



Ini yang ketiga. Namun ini yang pertama kali saya memberikan edukasi terhadap para murid disini.



Bagaimana menurut Anda murid Indonesia?



Murid-murid yang brilian. Jadi mereka tidak perlu takut dengan yang namanya akademis. lakukan lah hal-hal yang kalian suka karena disitu akan timbul hal-hal baru yang akan kalian suka.



Masukan apa yang bisa Anda berikan ke anak muda Indonesia?



Jadwal anak muda jangan terlalu dipadetkan jika ingin menjadi seseorang. Nanti dari keingintahuan akan mencari sendiri di internet. Lakukan apa yang kau lakukan. Tapi jangan lupa yang penting harus belajar. Anak muda akan menemukan strateginya sendiri.



Apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan di Indonesia?



Pertama, harus menggali penasaran anak-anak muda terhadap benda-benda di sekeliling mereka bekerja. Seperti bagaimana cara kulkas bekerja, bagaimana lampu bekerja. Dari situlah anak-anak akan menyukai ilmu pengetahuan. Dan yang terpenting kita harus fokus untuk bisa menjadi ahli ilmu pengetahuan.



Apa tips dan trik untuk bisa menjadi peneliti yang handal?



Mudah, ikuti saja apa yang kamu sukai. Dan tekuni. Itu saja.



Apakah Anda punya rencana melakukan penelitian di Indonesia?



Kita sedang lakukan kerja sama dengan Universitas Australia Barat dan Universitas Indonesia. Dan kita juga sudah memiliki beberapa peneliti untuk meneliti bakteri di Indonesia.

10 November 2012

Para Mantan Pejuang


Para Mantan Pejuang

Veteran-veteran Perang




Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)

Bambang Sukarto, veteran perang Operasi Seroja Timor Timur dengan piagam Seroja di halaman rumahnya Wisma Seroja, Bekasi Utara, 20 Mei 2002.

Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)

Seorang veteran perang kemerdekaan, Sugimanto (82 th), melakukan ziarah dalam rangka Hari Pahlawan di makam A. Yani, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Kamis, 10 November 2011.


Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)


Sorang veteran perang berdiri di depan tembok yang bertuliskan nama-nama pejuang yang gugur, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu, 9 November 2008.

Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)


Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) saat itu, Jenderal Ryamizard Ryacudu (berdiri keempat kiri) foto bersama dengan para veteran perang Angkatan Darat (AD) dalam Peringatan Hari Juang Kartika ke-59 di Lapangan Mabes AD, Jln. Medan Merdeka Utara Jakarta, 21 Desember 2004.


Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)


Sejumlah legiun veteran undangan saat mendengar sambutan Menteri Komunikasi & Informatika, Tifatul Sembiring, pada peringatan Hari Bakti Pos Dan Telekomunikasi ke-67 di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 27 September 2012. Tifatul membahas tentang pengembangan bisnis konten di bidang teknologi informasi lokal yang masih kalah dengan penyedia jasa sejenis dari luar negeri.


Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)

Sejumlah anggota legiun veteran beristirahat usai mengikuti Apel Besar PNS dengan tema 'Mari Lanjutkan Membangun Jawa Barat' di Lapang Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Senin, 27 Agustus 2012. Apel yang diikuti pegawai negeri sipil (PNS) berseragam dan pejabat tinggi daerah yang mengenakan beskap dan kebaya ini sekaligus halal bihalal dan peringatan HUT Provinsi Jawa Barat.





Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)


Serdadu Jepang pada perang dunia II yang juga mantan pelatih tentara Pembela Tanah Air (PETA), Nakasima (kanan) memotret dua orang veteran asuhannya dan reporter dari Jepang di depan Patung Proklamator RI - Tugu Proklamasi Jakarta, Minggu, 17 Agustus 2003.


Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)


Anggota Veteran Republik Indonesia mengungkapkan kegembiraan seusai pengesahan RUU Veteran RI menjadi Undang-Undang Veteran bagi pejuang kemerdekaan tahun 1945, Trikora, Dwikora, dan pejuang yang ikut dalam operasi militer perdamaian dunia dalam rapat paripurna DPR di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2012.

Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)


Puluhan Legiun Veteran dari Badan Keamanan Rakyat menunggu pawai Surabaya Juang di sepanjang Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 7 November 2010. Ratusan pejuang veteran berkumpul untuk menyaksikan pawai Surabaya Juang memperingati Hari Pahlawan 10 November di Surabaya.


Veteran perang Operasi Seroja Timor Timur memegang piagam Seroja di halaman rumahnya (© TEMPO/ Arif Ariadi)


Anang Asmadi, seorang legiun veteran 45 asal Samarinda, bersama beberapa temannya saat melakukan unjuk rasa dengan membentangkan poster di Bundaran HI, Jakarta, 2 Agustus 2006.

"Mari Kita menghormati dan menghargai Jasa mereka serta 

menjunjung tinggi cita-citanya  demi Terciptanya bangsa 

Indonesia yang sempurna."





7 November 2012

Kembangkan Bakat mu, Kejarlah Mimpimu



Kembangkan Bakatmu, Kejarlah Mimpimu
"Semua mimpi kita dapat terwujud,
asalkan kita punya keberanian untuk
mewujudkannya" - Walt Disney

Semua orang diciptakan istimewa oleh
Tuhan dengan bakatnya masing-masing.
Tapi terkadang mereka terhalang oleh
pikirannya sendiri dalam
mengembangkannya.
Zig Ziglar, motivator dunia
mengkategorikan orang-orang  yang
tidak mengembangkan bakatnya ke dalam
4 golongan.
Orang pertama adalah yang menyangkal
dirinya memiliki bakat. "Ah, saya
tidak punya bakat apa-apa"
sangkalnya. Ia merasa tidak perlu
berbuat sesuatu atau berkontribusi
bagi orang lain atau kehidupan umat
manusia.
Orang kedua suka menunda-nunda. "Saya
memang punya bakat. Tapi, tidak
sekarang mengembangkannya. Mungkin
besok, lusa atau nanti sajalah"
begitu alasannya.
Orang ketiga adalah yang merasa
takut. "Sebetulnya saya ingin
mengembangkan bakat saya. Tapi takut
gagal, daripada saya ditertawakan
orang, lebih baik saya diam saja,
bukankah lebih aman?" itu selalu yang
dikatakannya.
Orang keempat tidak mau bertanggung
jawab. Dia selalu berdalih bahwa
orang lain atau keadaanlah yang
salah. "Bagaimana saya dapat
mengembangkan bakat saya kalau orang
di sekitar saya dan keadaan tidak
mendukung" katanya menyalahkan
keadaan.
saya yakin Anda tidak termasuk dalam
keempat tipe orang tersebut. Bakat
Anda terlalu sayang untuk
disia-siakan, karena artinya Anda
menyia-nyiakan anugrah Tuhan. Tuhan
telah mendesain dan menciptakan
manusia dengan keistimewaannya
masing-masing. Kembangkan bakatmu,
kejarlah mimpimu. 

Regards
WAHYUDI